Patofisiologi adalah

Patofisiologi adalah gangguan fungsi pada individu atau organ akibat suatu penyakit. Sebagai contoh, perubahan ini adalah perubahan fungsi yang dibedakan dari cacat struktural.

Pengertian Patofisiologi

Patofisiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gangguan fungsi pada organisme yang sakit, mulai dari asal penyakit, permukaan perjalanan dan akibat.

Patofisiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang perubahan fisiologis yang diakibatkan oleh proses patologi. Patologi sendiri adalah ilmu yang mempelajari penyakit yang disebabkan oleh perubahan struktur dan fungsi dari sel dan jaringan tubuh.

Menurut Wikipedia.org, Patofisiologi adalah studi tentang proses fisiologis yang tidak teratur yang menyebabkan, akibat, atau terkait dengan penyakit atau cedera.

Patofisiologi merupakan ilmu yang bersifat integratif yang mengambarkan konsep-konsep dari banyaknya ilmu dasar dan klinis, termasuk anatomi, fisiologi, biokimia, biologi sel dan molekuler, genetika, farmakologi, dan patologi.

Dengan demikian, Patofisiologi adalah pembahasan tentang perubahan atau gangguan fisiologis yang disebabkan oleh suatu penyakit. Berikut beberapa contoh pembahasan ilmu patofisiologi dalam beberapa penyakit yang banyak dialami oleh beberapa orang.

Patofisiologi Hipertensi

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal atau rata-rata,  yang ditunjukkan oleh angka tensi darah. Penyakit hipertensi banyak dipengaruhi oleh beberaoa faktor, di antaranya genetik, aktivasi sistem neurohormonal seperti sistem saraf simpatetik.

Pengertian Patofisiologi

Patofisiologi hipertensi adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana proses perjalanan dari penyakit hipertensi. Faktor-faktor yang berperan penting dalam patofisiologi hipertensi adalah genetika, aktivasi sistem saraf dan hormon (sistem saraf simpatik dan sistem renin-angiotensin-aldosteron), obesitas, dan peningkatan asupan garam di menu makanan.

Patofisiologi hipertensi dimulai dari fase pre-hipertensi pada orang yang berusia 10-30 tahun (pada umur ini biasanya terjadi peningkatan curah jantung), kemudian berkembang lagi pada orang yang berusia 20-40 tahun (pada umur ini terjadi peningkatan resistensi perifer yang mencolok), kemudian berlanjut hingga umur 30-50 tahun, dan berakhir pada usia 40-60 tahun.

Patofisiologi DM (Diabetes Mellitus)

Penyakit Diabetes Mellitus atau yang di kenal sebagai penyakit kencing manis adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolute maupun relative. Diabete mellitur adalah satu dari sekian penyakit degenerative dengan sifat kronis yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Diabetes Melitus adalah merupakan penyakit metabolik kronik yang terjadi akibat kurangnya produksi insulin dengan adanya kelainan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. (Medical Surgical Nursing, Brunner and Suddarth, 1998). Diabetes Melitus adalah sekumpulan penyakit genetik dan gangguan heterogen yang secara klinis ditandai dengan ketidaknormalan dalam keseimbangan kadar glukosa yaitu hiperglikemia (Lewis, 2000, hal. 1367).

Patofisiologi DM adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana proses perjalanan dari penyakit Diabetes Melitus. Faktor-faktor yang diperoleh dalam patofisiologi diabetes mellitus yang merupakan faktor penyebabnya adalah antara lain kurang gerak atau malas bergerak, seringnya pengkonsumsian makanan yang terlalu berlebih, kurangnya hormone insulin dalam tubuh, kehamilan serta adanya penyakit hormonal yang menyebabkan berkurangnya hormone insulin

Patofisiologi diabetes mellitus memiliki tujuan utama untuk pengobatan penyakit kencing manis ini, da mengembalikan konsentrasi glukosa darah menjadi normal, dengan begini penderita penyakit ini akan kembali merasa nyaman dan sehat. Selanjutnya adalah mencegah atau memperlambat terjadinya komplikasi.

Patofisiologi Diare

Diare adalah sebuah kondisi ketika pengidapnya melakukan buang air besar (BAB) lebih sering dari biasanya. Selain itu, diare juga ditandai dengan kondisi feses yang lebih encer dari biasanya. Penyakit ini biasanya berlangsung selama beberapa hari dan dalam kasus tertentu bisa berlangsung hingga berminggu-minggu.

Patofisiologi Diare adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana proses perjalanan dari penyakit Diare. Faktor penyebab diare cukup banyak sekali, diantaranya penyimpanan dan persiapan makanan yang tidak bersih, jarang mencuci tangan setelah ke toilet, sumber air yang tidak bersih, jarang membersihkan dapur dan toilet, tidak mencuci tangan dengan sabun, dan makan makanan sisa yang sudah dingin.